Pages

Minggu, 19 Februari 2012

Good Story

This Story is very good, and I just share this story in Indonesian
Enjoy to read...

Ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anak, menantu dan cucunya yang berusia 6 tahun. 
Tangan kakek ini sangat rapuh dan sering bergerak tak menentu, penglihatannya pun sudah rabun serta untuk 
berjalan saja sulit. Keluarga tersebut biasa makan bersama di ruang utama. Namun, si kakek yang pikun ini selalu mengacaukan suasana makan. Tangannya yang bergetar dan matanya yang rabun membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah, saat ia meraih gelas susu, susu tersebut tumpah dan membasahi taplak meja. Anak dan menantunya sangat gusar, "Kita harus melakukan sesuatu." kata sang suami. "Aku sudah bosan membereskan segala sesuatu untuk Pak Tua ini." Lalu kedua suami istri tersebut membuatkan sebuah meja kayu dan meletakkannya di sudut ruangan. Di sana sang kakek akan duduk makan sendirian, karena sering memecahkan piring, mereka memberikan mangkuk kayu untuk sang kakek. 

Sering saat keluarga itu sibuk dengan makan malam, terdengar isak tangis dari sudut ruangan. Ada air mata mengalir dari gurat keriput sang Kakek. Namun, kata yang sering diucapkan pasangan tersebut adalah omelan agar jangan menjatuhkan makanan lagi. Anak mereka yang berusia 6 tahun hanya melihat dalam diam. 

Suatu malam, sang Ayah memerhatikan anaknya yang sedang bermain dengan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu, "Kau sedang apa?", lalu anak itu pun menjawab "Aku sedang membuat meja dan mangkuk kayu untuk ayah dan ibu jika aku sudah besar kelak, akan aku letakkan di sudut dekat meja tempat kakek makan sekarang." Anak itu tersenyum dan melanjutkan bermain. Jawaban itu membuat suami istri tersebut terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Air mata mengalir di pipi mereka. Walaupun tanpa kata-kata, kedua orang ini mengerti ada sesuatu yang harus diperbaiki. Malam itu juga mereka menuntun sang kakek untuk makan malam bersama di meja makan lagi. Tidak ada lagi omelan pada saat piring jatuh, atau saat makanan tumpah di meja. 


Maka marilah kita selalu memberi teladan yang baik untuk anak-anak kita kelak dan orang-orang di sekitar kita. Karena itu adalah tabungan masa depan kita. BERSYUKURLAH UNTUK KEBERADAAN ORANG TUA KITA.